Asosiasi Televisi Kerakyatan Indonesia

Avatarmengembangan lembaga penyiaran televisi yang memiliki ciri keberagaman pemilik (diversity of ownership) dan keberagaman isi siaran (diversity of content) sebagai wujud tercapainya kebijakan otonomi daerah dan regulasi kebebasan pers di Indonesia

Masyarakat Amerika memang Gila Menonton

33 milyar video dalam satu bulan.

Meledak, 178 juta user internet di Amerika sebagian sibuk menonton video pada bulan Desember 2009. 87% populasi netter disana ternyata asik menonton video. Mencapai angka 33 milyar video dalam 1 bulan

40% - 13 juta video dilihat via Youtube.com. 136 juta user melihat tayangan via Youtube.com. Bila dirata rata menacpai 97 video dibuka setiap orang.

Dibandingkan situs Hulu, hanya mencapai 23 video dilihat oleh netter Amerika pada bulan tersebut.

3% ada di Hulu. Yang terbaik, 1 milyar video di click hanya untuk 1 video xxxxx American telah ditonton dalam 1 bulan.

Selanjutnya Yahoo dan Fox hanya mendapat 9 video dari setiap user.

Menarik dibagian situs Hulu. Hanya memiliki 44 juta unik user, tetapi mengirim data trafik video 2 x lipat dari situs Youtube.com.

Sumber:
http://obengware.com/news/index.php?id=5651
Read more ... »

Video streaming terus tumbuh

Online video streaming terus tumbuh, naik 13.2 % dari tahun ke tahun. Data terbaru dari Nielson menunjukan pertumbuhan tidak diduga, karena semakin banyak orang menonton video via situs online.

Youtube tetap nomor 1 di Amerika. Google dnegan Hulu hanya mendapat 10% dari situs Youtube. Youtube memiliki 105,592 juta pengunjung, jauh diatas Hulu 13,683 juta
BBC juga mendapatkan peningkatan dari pengunjung atas tayangan iPLayer. Mencapai 100 juta tayangan video yang ditonton setiap bulannya.



Sumber:
http://obengware.com/news/index.php?id=5541
Read more ... »

Kita Peduli - Festival STOS III

Rekan-rekan yang baik,

Kerusakan lingkungan, degradasi masalah sosial-ekonomi terus berlangsung. Dan telah banyak upaya yang kita lakukan untuk menanggulanginya, dari sentuhan pribadi hingga proyek milyaran rupiah yang dilakukan pendana besar. Apakah hal diatas masih terus berlanjut, ....

Silahkan gabung bersama kami untuk melihat dari beberapa jendela dunia peristiwa-peristiwa yang mungkin ada di sekitar kita.


South To South Film Festival 2010, KITA PEDULI
http://www.stosfestival.org

South to South (StoS) Festival Ketiga - festival film lingkungan dua
tahunan, akan menggelar 23 Film Terpilih, pameran foto, bincang-bincang
dengan para pesohor, menikmati Musyik Asyik pada 22 - 24 Januari 2010 di
Goethe-Institut dan CCF Jakarta. Film-film dari Indonesia, Brazil, Peru,
Kanada, Inggris hingga Amerika Serikat ini akan mengajak anda peduli –
Kita Peduli, seperti tema Festival ini.


Kami mengundang Bapak/ibu/sdr menghadiri Pembukaan StoS Film Festival
2010, pada :
Hari/Tanggal: Jum'at, 22 Januari 2010
Jam : 18.00 WIB - selesai
Tempat : Goethe-Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng Jakarta.


Agenda Acara :
18.00-19.00 : Ramah Tamah
19.00- 19.30: Pembukaan
Musik Pembuka : A.S.A.P. Orbit To Planet 99 – Rock-Lung
Sambutan Ketua Panitia
Sambutan Direktur Goethe Institut
Sambutan & Pembuka Acara : Bapak Gusti Hatta, Menteri Lingkungan
Hidup RI
20.30- Selesai : Pemutaran Film Pembuka : Anak-anak Lumpur & The Age of
Stupid


Kontak informasi : Luluk Uliyah 0815 9480 246
---------------
Sekretariat South to South (StoS) Film Festival 2010
Jl. Mampang Prapatan II/30 RT 04/RW 07 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021-7941559
Email : stosfilmfestival@gmail.com
Website: www.stosfestival.org
Facebook: South to South Festival 2010


South to South Festival 2010 diselenggarakan oleh :
JATAM, WALHI, Gekko Studio, Ecosisters, KIARA, Sawit Watch, CSF,
Solidaritas Perempuan, SBIB, CCF Jakarta dan Goethe Institut


South to South Festival 2010 didukung oleh :
Consina, Inspirit, MPBI, HFI, FWI, Bali Fokus, GEF SGP Indonesia,
Yappika, Yayasan Kemala, ICEL,Satu Dunia,Komunitas Fotografi Bogor(KFB),
SKRAF, Michelin Records, IHI, PIKUL, BCI


Media partner :
Green Radio, Greeners Magazine, Majalah Forum, Radio Agri FM, VHR Media,
ElShinta TV, Flick Magazine, Change Magazine
Read more ... »

'Konten Lokal Jangan Seperti Bajaj'

Jakarta - Konten lokal yang dihasilkan industri teknologi informasi dan telekomunikasi dari dalam negeri harus segera naik kelas dan mampu mengoptimalkan akses pita lebar yang disediakan operator dan penyedia jasa internet.

"Akses jalan tol informasi sudah dibangun operator, tapi konten dalam negeri yang lewat cuma bajaj," kata Aizirman Djusan, Staf Ahli Menkominfo Bidang Ekonomi dan Kemitraan, di Hotel Discovery Bali, Senin (11/1/2009).

"Nah, seharusnya ini jadi tantangan bagi anak-anak muda dan operator untuk naik kelas membuat konten yang lebih kreatif. Kami dari Depkominfo akan mendorong dengan menyiapkan aturannya," lanjut dia.

Menurut Aizirman, kekuatan teknologi komunikasi informasi yang dimiliki Indonesia saat ini adalah pada kreativitas dimana ladangnya ada pada bisnis konten.

"Kreativitas itu dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Jika ini berjalan, bisa menggerakkan ekonomi secara luas," kata dia.

Country Director Qualcomm Indonesia Harry K Nugraha menambahkan, layanan internet
akan terus tumbuh pesat di Indonesia.

"Layanan konten akan sangat dibutuhkan. Nanti akan banyak konten yang di-download
atau di-upload melalui internet, terutama yang sifatnya user generated content," katanya.

Sebagai salah satu penguasa infrastruktur internet, Telkom juga menyatakan dukungannya terhadap industri konten lokal. Salah satunya melalui konten games.

"Banyak pengembang games hasil ciptaan orang Indonesia justru digunakan di luar negeri. Karena itu kami sediakan konten games untuk pelanggan Speedy melalui Speedy Games,” kata VP Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, di lain kesempatan.

Untuk memperkenalkan layanan yang menawarkan 130 games hasil kerjasama dengan perusahaan Valve, baru-baru ini Telkom menggelar event Speedy Games Championship di
Bandung.

Event ini juga akan berlangsung di kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Balikpapan yang dimainkan melalui akses internet cepat Speedy.

"Saat ini sekitar 20% dari total satu juta pelanggan Speedy menggunakan akses internetnya untuk bermain game online. Kami mengharapkan pada akhir tahun nanti pelanggan Speedy bisa berjumlah 2,2 juta pelanggan," pungkasnya. ( rou / faw )
Read more ... »

CDMA EVDO Rev B Pertama Dunia Komersil di Bali

Bali - Jaringan internet pita lebar berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) Evolution Data Only (EVDO) Rev B telah hadir secara komersil untuk kali pertamanya di dunia melalui Bali, Indonesia.

Layanan ini diselenggarakan oleh operator seluler CDMA Smart Telecom yang menggunakan base station (BTS) milik ZTE dari China dan chipset milik Qualcomm Technology dari Amerika Serikat.

"Bali sengaja kami pilih sebagai tempat peluncuran pertama EVDO Rev B karena Bali merupakan gerbang Indonesia di mata dunia internasional," kata Presiden Direktur Smart Sutikno Widjaja, saat peluncuran Rev B di Hotel Discovery, Bali, Minggu malam (10/1/2010).

EVDO Rev B merupakan pengembangan dari jaringan EVDO Rev A yang menawarkan kecepatan maksimum 9,3 Mbps untuk mengunduh data (download) dan 5,4 Mbps untuk mengunggah (upload).

Melalui jaringan EVDO Rev A yang juga diselenggarakan Smart, kecepatan maksimum yang ditawarkan perusahaan milik Franky Widjaja itu hanya sampai 3,8 Mbps untuk download dan 1,8 untuk upload.

"Dengan Rev B, internet broadband kami jadi lebih cepat tiga kali lipat dibanding Rev A," kata Head of Core Product and Branding Smart, Ruby Hermanto.

Saat ini, layanan Rev B baru diselenggarakan di Bali. Itu pun baru di sebagian tempat. "Baru 60% dari 48 BTS kami yang ada di Bali," kata Sutikno. Menurutnya, seluruh area Bali baru akan terlayani semua di akhir kuartal pertama 2010 ini.

Setelah Bali, Smart rencananya akan melebarkan coverage Rev B ke 32 kota yang sebelumnya telah digelar Rev A hingga akhir tahun. Namun sayangnya, baik Sutikno dan Ruby tak mau mengungkap berapa jumlah base station yang siap di-upgrade dan total nilai investasi yang dikeluarkan.

Smart sendiri memperbolehkan pelanggan untuk mengupayakan sendiri pembelian modem berkemampuan Rev B di pasar bebas untuk bisa mengakses jaringan layanan broadband terbaru ini.

Namun jika pelanggan membelinya melalui Smart, modem Rev B keluaran ZTE dipasarkannya dengan harga Rp 450 ribu per bulan selama setahun. Biaya pembelian ini sudah termasuk biaya akses tanpa batas selama setahun.

"Dengan total setahun Rp 5,4 juta, modem yang kami tawarkan termasuk murah. Sebab, harga asli modem Rev B ini masih mahal, US$ 600 atau hampir Rp 6 juta," jelas Tom Alamas Dinharsa, Division Head of Device Technology and Special Project.

( rou / wsh )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2010/01/11/071259/1275411/328/cdma-evdo-rev-b-pertama-dunia-komersil-di-bali
Read more ... »

Hadapi WiMax, Operator Harus Introspeksi Diri

Jakarta - Indonesia tengah memasuki era teknologi 4G. WiMax digadang-gadang sebagai pintu masuk ke era tersebut. Menghadapi hal ini, para operator telekomunikasi terlebih dulu diminta untuk instrospeksi diri.

Demikian disampaikan oleh Dimitri Mahayana, Chief of Sharing Vision, sebuah lembaga riset telematika saat berbincang dengan detikINET.

Menurutnya, introspeksi di sini adalah introspeksi kualitas servis masing-masing operator. Hal ini dikarenakan kekecewaan pelanggan terhadap kualitas broadband masing-masing operator cukup tinggi. Bahkan diprediksi terus meningkat seiring dengan tingkat persaingan.

"Yang paling penting jangan lihat WiMax-nya. Tapi mereka harus introspeksi masalah Service License Agreement (SLA). Kualitas servis mereka saat ini kepada pelanggan," paparnya.

Saat ini, Indonesia sudah memasuki era broadband. Kebutuhan masyarakat akan broadband semakin meningkat. Karena itulah Pak Dim, panggilan akrabnya, meyakini pasar broadband akan semakin besar.

"Pasarnya semakin dan akan tetap oke. Para operator telekomunikasi juga harus siap-siap dengan ini. Jangan sampai telat," ungkapnya.

Disinggung apakah para operator akan bertahan dalam menghadapi persaingan di era broadband ini. Dimitri mengaku pemainnya akan bertambah.

"Di Indonesia pemainnya nambah. Saya lihat beberapa vendor cukup inovatif. Dan jika mereka agresif menggarap pasar maka akan semakin menumbuhkan para pemain di bisnis ini," terangnya.

Masalah tarif, Pak Dim yakin akan semakin kompetitif seiring dengan perbaikan dan peningkatan infrastruktur.

"Makanya operator jangan pelit untuk tambah modal. Jangan tidak mau nambah modal. Lah wong pasarnya juga makin tumbuh. Ayo lah tambah investasi untuk belanja modalnya," tandasnya.
( afz / ash )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2010/01/10/102442/1275156/328/hadapi-wimax-operator-harus-introspeksi-diri
Read more ... »
 

Admin Control Panel

New Post | Settings | Change Layout | Edit HTML | Moderate Comments | Sign Out